surat lamaran pekerjaan

Posted: September 1, 2015 in Uncategorized

Lampiran         : 6 lembar                                                                                Semarang, 19 Mei 2015

Hal                  : Lamaran Pekerjaaan

Kepada Yth.

Bapak / Ibu Pimpinan

  1. Garuda Indonesia

Gedung BPD Jateng Lantai 1

Jl. Pemuda 142. Telp. 024-3517007 Fax. 024-3512525 Semarang

Dengan hormat,

Saya bermaksud untuk melamar pekerjaan di perusahaan Bapak / Ibu. Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
nama                                        : Niswatun Khasanah
tempat & tanggal lahir            : Rembang, 1 Juni 1996
alamat                                      : Ds. Kasreman RT 09/RW 01, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Jateng
pendidikan akhir                     : Jogja Flight Education Center
nomor hp                                 : 0822-2617-1684

Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan kelengkapan data diri saya sebagai berikut :

  • Daftar Riwayat Hidup
  • Fotokopi Akta Kelahiran
  • Fotokopi Ijazah SMK
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi SKCK
  • Fototerbaru 4×6 dan 3R

Besar harapan saya bisa bertemu dengan Bapak / Ibu pada saat wawancara. Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenarnya dan atas perhatian Bapak / Ibu saya mengucapkan terima kasih.

Hormat Saya

Niswatun Khasanah

cerita menarik

Posted: May 22, 2014 in Uncategorized

Kata Pengantar

 

          Cerita ini dibuat hanya untuk hiburan semata, apabila terdapat kesamaan nama tokoh, pengarang minta maaf. Nama tokoh telah pengarang samarkan dari nama aslinya sesuai dengan kreativitas pengarang. Pengarang juga minta maaf apabila cerita ini menyinggung perasaan pembaca. Semoga Anda terhibur, terima kasih.

 

 

Rembang, 6 Mei 2014

Niswatun Khasanah 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cika, Coki dan Cuki

          Pada suatu hari ada murid SMP bernama Cika. Dia seorang gadis desa yang sederhana. Dia tak pernah hidup berfoya-foya, karena dia sadar orangtuanya tidak hidup bergelimang harta. Waktu masuk SMP saja biaya masuknya dibantu oleh Pak Dhenya, setiap kenaikan kelas Pak Dhenya membantu peralatan alat tulis dan sebagainya. Dia terus belajar membuktikan bahwa dia mampu mendapatkan nilai yang bagus. Hasilnyapun memuaskan, dia mampu mendapatka nilai yang maksimal sesuai dengan kemampuannya. Hingga saat ini dia naik ke kelas IX, kelas yang akan menentukan nilai hasil ujiannya.

          Dia masuk ke kelas IX dengan teman-teman barunya. Dia senang mempunyai sahabat yang baik dengannya. Kalau dulu kelas VIII Cika sebangku dengan cowok. Kini di kelas IX akan berbeda, dia sebangku dengan cewek. Dalam keseharian dia selalu bercanda tawa dengan teman sebangkunya. Terkadang dia juga bercanda dengan temannya yang bernama Coki. Coki temennya yang paling konyol di kelas. Cika dan Coki bercerita bareng, belajar ilmu di kelas dan tak sering juga mereka saling mencela satu sama lain mencela dalam arti bercanda. Tak hanya itu, Coki juga meminta nomor HP Cika katanya buat tanya-tanya PR gitu. Dua hari setelah meminta nomor HP Cika, emang Coki menelpon Cika menanyakan PR. Coki itu orangnya bikin jengkel, seneng, tertawa, dan juga meempunyai sifat yang dermawan. Ada teman satu kelas Cika yang ekonominya dibawah Cika, Coki terkadang membelikan jajan karena kasihan anak itu tak pernah jajan. Sejak saat itu Cika ngefans sama Coki karena sifatnya yang baik dan bisa bikin Cika nyaman. “Tapi jangan bilang-bilang sama Coki ya, soalnya hanya Cika yang tahu”, dalam hati Cika berkata. Biarpun baik, Coki juga bikin kesel masak Cuki temannya di pacar-pacarin sama Cika. Cika nggak begitu akrab sama Cuki walaupun Cuki dulu teman kelas VIII dan malu juga setelah pisah dari kelas VIII miss communication (putus hubungan). Cuki itu setiap hari pake topi, misterius kan. Kelas IX merupakan kelas yang hidup bagi Cika walaupun disebut “Kelas Neraka” oleh para guru.  Di kelas IX dia menemukan sesuatu yang bikin hatinya nyaman. Nyaman ketika ngobrol dengan Coki.

          Biasanya kelas IX mengadakan acara widya wisata. Kebetulan sekolah yang di tempati Cika kini berwisata ke Jogja dan Jakarta. Sebagian siswa ada yang berwisata ke Jogja dan ada yang berwisata ke Jakarta. Tak mau kalah Cika ikut berpartisipasi wisata ke Jogja, karena yang ke Jakarta Cuma sedikit anaknya dan mahal pula. Wisata ke Jogja merupakan sesuatu yang menakjubkan bagi Cika. Pertama kali berkunjung ke Jogja yang biasa disebut dengan “Kota Keraton” dia merasa nyaman dengan kota tersebut kota yang bisa menghidupkan mimpi-mimpinya. Dan kebetulan Cika satu bus dengan Coki seorang yang menyebalkan bagi Cika dan bisa membuat Cika tertawa lepas. Ketika Cika menoleh kebelakang ternyata dibelakangnya ada Coki tanpa basa-basi Coki nawarin “Mau permen nggak ?” Cikapun dengan sigap menjawab “Aku pengennya makanan ringan, eh…dikasih permen. Ya maulah, di kasih masak nggak mau. Hehehe”. Kemudian dimakan tuh permen dan kembali ke depan. Selama dua hari di Jogja Cika merasa sangat senang dan sejak saat itu dia menganggap “Jogja Kota Kenangan”. Kota kenangan artinya dengan pemandangan yang indah dan tak lupa permen dari Coki.

          Setelah widya wisata merupakan tahap serius karena sebentar lagi Ujian Nasional. Bukan masalah buat Cika dia akan belajar giat untuk mendapatkan nilai maksimal yang kemudian digunakan untuk memasuki SMA yang diidamkan yaitu SMA 2 Cikarang. Hari demi hari Cika selalu belajar dengan rajin, jadwal belajar telah di atur sedimikian mungkin sehingga tidak tercampur antara belajar dan bermain. Tak lupa berdoa juga dia lakukan untuk menyokong nilai yang maksimal. Hingga tanggal Ujian Nasional tiba, malamnya dia sholat tahajud, hajat, dan dzikir. Dia optimis akan mendapatkan nilai yang memuaskan dengan bantuan Allah. Dan Cika tak menyangka dia satu ruangan dengan Coki. “Yang bener aja, setiap hari mesti ketemu Coki”, gumam Cika. “Tapi menguntungkan juga sih, jika ada soal yang Cika belum tahu jawabannya bisa bertanya dengan Coki meskipun nggak dijawab karena Coki juga nggak bisa. “Menyedihkan bukan?”. Gumam Cika dalam hati. Setelah empat hari Ujian, hati Cika lega tapi dia juga masih bertanya-tanya menantikan hasil Ujian. Hari terakhir Ujian merupakan hari terakhir bertemu dan bergurau dengan Coki.

          Setelah bertanya-tanya menantikan pengumuman hasil Ujian, Alhamdulillah LULUS 100 %. Cika siap melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tapi harapan orangtua Cika masuk ke  SMK sekolah yang punya ketrampilan dan bisa langsung kerja. Cika tidak semangat sekolah, harapannya masuk SMA 2 Cikarang pudar dan kini dia justru masuk ke SMK Sukses Harapan. Coki sekolah diluar kota tepatnya di SMK Terdepan Demak. Dan Cuki teman Cika di kelas VIII melanjutkan sekolah ke SMA 1 Cikarang. Dan karena dalam keadaan jauh, Coki membuat facebook kemudian nge-add Cika. Cika dan Coki berteman di facebook. Cika yang dulu sering bercanda waktu dikelas, ngebanyol, dll. Sekarang pembahasan di facebook lain lagi, yang mereka bahas tentang keadaan mereka berdua bukan tentang cerita yang konyol lagi. Lama-kelamaan mereka SMSan dan saling perhatian satu sama lain. Hingga akhirnya Cika jadian sama Coki. Cika tak menyangka sebelumnya, itu diluar dugaan. “Kok bisa orang yang menyebelin itu ternyata orang yang aku sayang”. Cika bertanya pada dirinya sendiri. Karena Cika dan Coki pacarannya jarak jauh atau disebut dengan LDR. Pasti hanya ada negative thingking dan rasa cemburu satu sama lain. Dan sukses karena ada suatu masalah, mereka cuma berhasil mempertahankan hubungan selama 1 bulan. Sungguh menakjubkan, hubungan yang singkat namun buat Cika senang, sedih, kecewa, tertawa, manangis dan bisa disebut Nano-Nano-Nano ramai rasanya. Cika yang saat itu masih galau karena putus sama Ciko waktu si Cuki menyatakan perasannya. Dengan polos Cika menjawab “Ya” karena memang Cuki telah membuat Cika tersenyum kembali setelah putus sama Coki.

          Masa pacaran Cika dengan Cuki adalah masa yang cuek. Cuki nyuekin Cika dan Cika juga nyuekin Cuki. Entahlah, hingga akhirnya Cika Cuma bisa mempertahankan hubungannya selama 5 bulan. Lumayan lama sih, tapi dalam hati Cika belum bisa merasakan kenyaman seperti yang dirasakan dengan Coki. Memang berbeda tapi itulah kenyatannya. Cika memang tak pernah memberitahukan semua ini dengan Cuki biar Cuki tahu sendiri apa yang dirasakan Cika. Biarpun putus Cika dan Cuki tetap berteman baik meskipun tak seakrab dulu. Tak apalah yang penting tidak musuhan, karena itu dilarang agama.

          Cika seorang yang suka menulis cerita, hingga suatu hari Cika menulis cerita pendek tentang kisah cintanya. Dan hasil karyanya itu dipresentasikan untuk sahabatnya tercinta, Coki, dan kakak tersayangnya. Dan banyak yang komen “Itu mah bukan cerita pendek tapi curahan hati”. Cika hanya tersenyum malu dan menjawab dalam hati “Biarpun itu curahan hati, aku seneng bisa berbagi pengalaman dengan orang-orang yang aku sayang”. Niat Cika dia pengen ngasih cerita pendek special itu dengan langsung bertemu dengan Coki, namun kenyataannya lain. Cika hanya bisa ngasih cerita pendek lewat facebook. Dan satu hari setelah Cika memberikan cerita pendek itu, Cika baru bisa bertemu dengan Coki di pantai. Coki juga SMS Cika kalau hatinya sakit membaca cerita pendek itu. Cika hanya tersenyum pucat dan dalam hati menjawab “Biarpun sakit, inilah perasaanku yang jujur”. Cika dan Coki minum Es Degan bersama dan tak lupa mereka juga tetap saling mencela, mencela dalam arti bercanda.  Cika memang berniat untuk melupakan Cuki seseorang yang pernah hadir mengisi hatinya. Tapi Cika juga nggak tahu, kapan dia akan lupa dengan Cuki. Yang jelas, itu rahasia Allah. Pertemuan Cika dengan Coki saat itu membuat Cika teringat akan masa-masa indah bersama Coki. Dan entah kenapa Cika kemabali sayang dengan Coki dan seketika lupa bahwa dia sayang sama Cuki. Apakah ini rahasia Allah? Cika juga nggak tahu karena ini semua misterius. Siapa sangka semua kan jadi seperti ini. Pembicaraan di pantai juga membuat Cika nyaman dan tertawa lepas masih sama seperti dulu. Dan sebelum bertemu dengan Coki, Cika bermaksud memberikan sesuatu yang berharga bagi Coki. Yang bisa dia bawa setelah mereka berpisah lagi untuk menggapai masa depan mereka masing-masing. Dengan cemerlang Cika menulis diselembaran kertas, menulis, mengarang dengan bebas dan kemudian dikasihkan ke Coki. Setelah membaca tulisan Cika, Coki SMS Cika “Cika, makasih. Kata-katamu sangat bermakna bagiku”. Itu membuat Cika sangat senang, karena tidak sia-sia menulis secarik kertas buat Coki. Itu merupakan salah satu cara Cika untuk menyayangi Coki dengan memberikan Coki semangat lewat tulisannya. “Memang setiap orang berbeda-beda dan inilah caraku untuk mencintai seseorang dengan membuat sesuatu yang berharga hasil karyaku sendiri”. Kata Cika dalam hati. Cika tak pernah mengharapkan apa yang akan diberikan Coki kepadanya, bisa mencintai Coki kembali sudah cukup. Dan katanya Coki juga sayang sama Cika. tapi Cika setengah percaya/nggak percaya. Karena menurut Cika cowok zaman sekarang banyak gombalannya, banyak rayuannya. Cika juga berkomitmen “Biarkan cinta ini mengalir entah kemana, kita insan manusia hanya bisa menjalani jalan yang ada”. Selain itu Coki juga tak mau kalah, dia mengenalkan lagu yang berjudul Banmal Song ke Cika. Cika sangat suka dengan lagu itu karena kata-kata yang ada pada lagu itu sangat cocok dengan keadaan Cika saat ini. Cika akan menyimpan lagu itu sebagai lagu cinta antara Cika dan Coki.

          

cerita sahabat

Posted: March 10, 2014 in Uncategorized

The Unluckly with beautiful moment

Sabtu, 17 November 2012

Pagi aku berangkat scul, itu dah kesiangan untungnya masih ada bus. Nyampe di scul sikap sahabat-sahabatku ada yang berbeda terhadapku. Aku tak tau itu kenapa, akhirnya si Vivi berkata padaku “ini ada surat dari sahabatku yang juga sahabatmu”. Mendengar kata-kata si Vivi hatiku udah nggga’ enak. Kubuka surat itu lalu ku baca, “Untuk sahabat🙂 Keep Smile” yang isinya tentang “Kawan, kini kau telah berubah. Aku merasakan perubahanmu. Maaf karena aku tak suka dengan perubahan itu. Aku tak nyaman dengan perubahan itu. Maaf aku menginginkan kau yang dulu. Mungkin egois, tapi aku tak suka kau yang ini. Maaf jika aku yang menyebabkan perubahan itu. Dan aku juga menginginkan kau kembali. Menjadi kau seperti yang dulu.🙂 ” bodohnya aku tak tau siapakah seorang yang mengirimi aku surat seperti itu. Siapakah dia ? aku jahat banget,aku sampe tak tau siapa sosok sahabat yang telah memberikanku saran terbijaknya untukku. Dengan adanya surat itu, aku hanya bisa melihat tulisannya. Itu adalah tulisannya si Yuni. Hatiku telah yakin bahwa itu si Yuni. Tapi disaat aku sedang merenungi kesalahanku, karena aku saat itu shock/down. Kemudian aku bertanya pada si Vivi, aku cuma pengen memastikan apa bener itu tulisannya si Yuni. Nah, sampe sini aku mulai kesel. Si Vivi tak tanya “Vi, apa bener ini surat dari si Yuni?” aku Cuma butuh jawaban ya/tidak. Tapi si Vivi malah jawab “Kalau kamu memang sahabatnya, kamu pasti tau itu tulisannya siapa ?” Oke, memang aku salah. Aku telah berubah, padahal aku pun juga tak tau perubahan apa yang dimaksud si Vivi dan si Yuni.

Waktu pun berputar, jarum jam berjalan perlahan. Aku masih penasaran soal tadi. Vivi,Yuni,Wati,Beby,Siti. Sikapnya berubah semuanya, aku pun tak tau kenapa. Dikelas aku pun diam tak seperti biasanya. Namun, aku tetep focus ke pelajaran seperti biasanya. Kemudian, waktu isoma telah datang. Aku makan bareng sama Wati, Mardi, Beby, dan Vivi. Kita makan bareng, Vivi mengingatkan aku tentang kejadian tadi pagi. Dia bilang aku juga mau ngomong sesuatu ama kamu, nanti tak kirimin lewat sms. Kubuka sms itu isinya “Aku juga merasakan perubahan yang sama.” Aku shock, tak tau kenapa hatiku sedih dan kecewa. Aku merasa aku telah mengecewakan sahabat-sahabatku. Aku pengen bales sms itu, tapi sayangnya ngga’ ada sinyal akhirnya ngga’ aku bales. Abis makan aku sholat bareng ama Beby and Vivi. Beby ke masjid dulu tinggal aku ama Vivi. Aku tanya ama Vivi face to face, panjang kali lebar kali tinggi.Pino pun dengan jawaban yang sengak.

Vivi : “ya kamu tau sendiri lah apa perubahan dalam dirimu itu.”

Gue : “Aku tak tau karena aku tak bisa menilai diriku sendiri. Dulu sikapku bagaimana sekarang bagaimana?”

Vivi : “Banyak, sekarang kau tak perhatian lagi sama sahabat-sahabatmu.”

Gue : “Ya maaf, kan jika aku pengen sms kamu aku ngga’ ada signal. Lagian juga tugas banyak.”

Vivi : “Bukan, pulsa atau signal yang aku maksud. Kamu berubah kamu telah melupakan temanmu.”

Gue : “Ya, maaf mb’e , aku tak maksud seperti itu.”

Kita sholat, abis sholat kembali ke kelas. Aku aslinya dah pengen minta maaf ama sahabat-sahabatku. Tapi aku kecewa setelah aku bilang/ngomong ama Vivi di masjid tadi kayak gitu, waktu di kelas dengan gentirnya dia menertawakanku, apa yang aku omongkan ke Vivi di umumkan ke Yuni sambil tertawa. Seolah aku ini dijadikan permainan untuk ditertawakan. Aku kecewa banget. Aku sebel banget ama Vivi. Saat itu pula aku terdiam tanpa kata. Aku mencoba bersikap biasa, namun tak bisa aku saat itu tak bisa tertawa and bercanda sama sekali. Aku tak bisa mengontrol emosiku.

Waktunya pulang, suasana masih ngga’ enak. Ya, jika sahabat-sahabatku cuek ma aku, aku pun ikut cuek. Laah…mau gimana lagi ? aku pamit pulang dulu ama temen-temenku. Niatku sih, aku pengen cepet pulang pengen merenung soale lagi ngga’ mood. E,,, aku di panggil kak Deni, kak Deni mau cerita soal urusan pribadinya ama aku. Ya udah aku pulang nanti dulu aja, sekalian menunggu Keke ntar pulang bareng. Teman-temanku juga tau kalu aku malah ngga’ jadi pulang malah ngobrol ama kak Deni dulu. Aku memang jahat, dua kali mengecewakan sahabat-sahabatku. Ya aku cuek aja terserah dia mau bilang apa. Walau aslinya dihatiku aku bingung tak tau apa yang harus aku lakukan.

Suasana masih ngga’ enak. Tapi aku tegar menghadapi itu semua, aku anggap semua itu karena mereka-mereka sayang ama aku. Dan aku yakin besok pasti suasananya sudah membaik. Aku beruntung punya temen/sahabat yang pengertian dan perhatian ama aku. Apabila aku sampe kehilangan sahabat-sahabatku itu, aku pasti bakal kehilangan banget. Sahabatku dialah yag paling mengerti aku. Dia yang perhatian ama aku. Tapi apa balasanku selama ini ? aku tak membalas kalian dengan kebaikan namun aku malah menyakiti kalian. Aku mengecewakan kalian. Sungguh aku sangatlah jahaat. Aku rela menyakiti sahabat-sahabatku hanya karena seseorang yang aku cintai, yang aku sayangi. Namun dia tak pernah sayang and cinta ama aku. Bodoh banget aku, selama ini aku dibodohkan akan cinta. Hatiku tertutup karena cinta. Aku merasa bersalah banget. Mungkin, inilah saatnya aku tuk merubah sikapku yang kurang efektif selama ini. Tak hanya itu, ibuku yang selama ini kata-kata beliau sering aku abaikan, ternyata ibuku sangat sayang padaku. Rasa sayang ibuku padaku tak kan bisa diukur. Tak terhingga. Juga buat ida, dia adalah sahabatku sejak kecil yang senasib,seperjuangan ama aku. Dialah yang mengerti diriku. Akupun mengerti dirinya. Pokonya semuanya, YOU ARE THE BEST FOR ME. I can’t losing friend like you.

The end for me…. semoga Anda terhibur🙂

Oleh :

Niswatun Khasanah

PUISIKU

Posted: July 26, 2013 in Uncategorized

Cinta

Oleh : Niswatun Khasanah

Cinta itu tak terdefinisi

1 detik sayang

1 menit cinta

1 jam bosan

1 hari benci

1 bulan kangen

Berdekatan hanya diam

Mulut membisu seribu bahasa

Hati ingin berbicara

Namun mulut terkunci

Otak tak terkontrol

Detak jantung nyaring suaranya

Cinta itu kebahagiaan

Cinta itu ketulusan hati

Cinta itu kesedihan

Cinta itu pecundang

Cinta itu tangisan

Cinta itu kesengsaraan

Walau benci dihati tetap sayang

Meskipun bosan prilaku tetap wajar

Hati marah bibir tersenyum

Saat jauh rindu membara

Bayangan sang pujaan hati mengganggu otak

Siang malam hanyalah dia seorang

 

Babat Bumi Kasreman

                Pada zaman dahulu, kurang lebih delapan ratus tahun yang lalu ada seorang wanita pendatang dari Kamboja yang bernama Nio Gambo. Dia bertempat tinggal di Desa Kasreman yang saat itu belum berwujud sebuah desa, melainkan masih berupa hutan. Untuk memperluas wilayahnya Nio Gambo membuka lahan tersebut tanpa menggunakan alat. Nio  Gambo membuka hutan tersebut dengan cara membakarnya. Sehingga didapatkan lahan yang luas dan lebih cepat. Nio Gambo yang sekarang lebih terkenal dengan nama “Mbah Gambir” , kemudia lahan yang telah dibakar tersebut diberi nama Kasreman yang artinya “Mbuka Muser Tanpa Gaman”.  

                Setelah menjadi sebuah desa, Nio Gambo menikah dengan Kitoyo dari Jawa Barat. Menginjak usia senja Kitoyo dan Nio Gambo tidak ada kecocokan dalam berumah tangga. Akhirnya mereka berpisah, Kitoyo bertempat tinggal di Kasreman Lor sedangkan Nio Gambo bertempat tinggal di Kasreman Kidul. Semenjak terjadinya kejadin tersebut desa Kasreman pecah menjadi dua yaitu Kasreman Lor dan Kasreman Kidul. Itulah sebabnya warga Kasreman Lor dan Kasreman Kidul sering terjadi pertengkaran dan keributan.

                Desa Kasreman Lor pernah dijadikan kademangan dan ini terbukti masih ada petilasan makam Demang dan keturunannya. Pada kurang lebih 1100 th desa Kasreman bergabung menjadi satu lagi yaitu Desa Kasreman yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa.

                Menurut para sumber, desa Kasreman termasuk desa terluas kedua di Kecamatan Rembang setelah desa Waru yaitu dengan luas 604,135 Ha. Dengan jumlah penduduk saat ini 3056 jiwa. Demikian cerita singkat asal-usul desa Kasreman.